Pameran Karya Konstelasi

Tips Desainer Grafis Sebelum Terjun ke Industri Kreatif

Evelyn Anggraini Dyah Pramesti

Desain grafis adalah suatu bidang proses komunikasi yang menggunakan elemen visual, seperti tipografi, fotografi, dan ilustrasi yang diciptakan untuk membentuk sebuah pandangan akan pesan atau makna yang disampaikan.

Penggunaan umum dari bidang ini, misalnya untuk kebutuhan desain perusahaan (logo dan merek), desain editorial (buku, surat kabar,
majalah), desain lingkungan, periklanan, desain web, spesialis media sosial, desain komunikasi, dan kemasan produk.

Di era digital saat ini, kemampuan desain grafis sangat diperhatikan oleh beragam perusahaan yang berada dalam rumpun industri media kreatif. Hal ini dikarenakan mereka membutuhkan suatu perubahan dalam pemikiran yang dimiliki oleh para desainer grafis, seperti kreativitas, pemikiran terbuka, rasa penasaran yang tinggi, semangat etos kerja, komunikasi, dan dapat dipercaya.

Menurut Bureau of Labor Statistics, pekerjaan bidang ini yang menggunakan sistem komputer akan berkembang lebih banyak lagi. Rata-rata disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan bisnis perusahaan dan banyaknya permintaan klien untuk membuat gambaran digital.

Jenis pekerjaan desain grafis yang paling dicari dalam berbagai lowongan pekerjaan seperti desainer grafis, desainer web, penata seni, desainer visual, desainer UI/UX, dan seniman grafis.

Salah satu mahasiswa Institut Kesenian Jakarta, yaitu Vito memberikan tanggapannya untuk para pemula yang ingin melatih kemampuan desain grafisnya.

“Untuk pemula, pokoknya harus mengerti basic dasar dari aplikasi desain, Adobe Illustrator dan Photoshop. Nah, dari dua aplikasi itu juga banyak fitur menarik jadi perlu dipelajarin dulu, soalnya itu penting banget karena bisa mempersingkat waktu, untuk ngebikin hasil desain kita lebih bagus gitu. Selain itu/ mencari referensi untuk latihan. Paling gampang nemuinnya dari Pinterest sih. Kalau untuk latihannya. sama aja kayak mau latihan gambar atau bikin ilustrasi. Kalau untuk desain grafis, latihannya yang bagus menurutku, yaitu mencoba membuat iklan atau semacam poster, semacam logo sendiri terhadap barang-barang yang ada di rumah. Coba deh bikin sendiri barangnya atau mock up desain barang tersebut.”

Membuat desain grafis tentunya perlu menggunakan aplikasi komputer atau software yang sesuai dengan kebutuhannya. Setiap aplikasi desain grafis mempunyai fungsi dan kegunaannya masing- masing, bahkan ada yang sederhana hingga sangat rumit.

Ada empat aplikasi komputer desain grafis yang cocok untuk para pemula yang ingin melatih kemampuannya untuk pertama kalinya. Adobe Illustrator. Aplikasi ini biasanya digunakan untuk desain vektor, seperti sketsa, tipografi, dan kebutuhan ilustrasi yang lebih kompleks lainnya.
Adobe Photoshop. Para fotografer muda maupun editor, bisa menggunakan aplikasi ini untuk memanipulasi objek atau gambar dalam pembuatan desain banner, logo, dan sebagainya.

InDesign. Aplikasi ini digunakan untuk penggunaan desain layout majalah, brosur, surat kabar, dan lain sebagainya. Corel Draw. Sama seperti Adobe Illustrator, akan tetapi aplikasi yang satu ini lebih cepat dan dinamis dalam teknis penggunaannya. Kesimpulannya adalah belajar dan melatih kemampuan desain grafis bisa di mana saja dan kapan saja, bahkan tanpa mengikuti sekolah maupun perguruan tinggi desain grafis sekalipun. Akan
tetapi, para pemula harus melakukannya dengan tekun serta tidak perlu membandingkan hasil karyanya terlebih dahulu dengan karya orang lain.

Liputan

Jurnalistik