Pameran Karya Konstelasi

Roti Rumahan, Bisnis Menjanjikan

Alya Nurul Hasanah


Bisnis kuliner semakin berkembang dan memiliki potensi keuntungan yang cukup besar. Beragam ide dan terobosan baru membuat bisnis ini akan terus hidup kedepannya karena makanan selalu menjadi kebutuhan semua orang. Salah satunya usaha roti rumahan “Firdaus Bakery & Cake” milik Nur Alifah (50).

Usaha rumahan yang dirintisnya sudah berjalan selama 6 tahun. Ia memiliki keinginan membuka toko roti di daerah tempat tinggalnya yang belum mempunyai usaha bakery. Ibu Nur Hasanah (40), seorang karyawan yang juga saudara dari pemilik toko, bercerita ingin mengembangkan usahanya sendiri dengan membuka toko roti rumahan.

“Dulu saya dari nol ya, dari buka cuma pakai elatase kecil di depan rumah, terus lama-lama berkembang,” kata Nur Hasanah saat ditemui di tokonya di Kompleks Taman Raya Citayam Blok E1 No 20, Kec. Bojong Gede, Bogor, Sabtu (10/07/2021) sore.

“Jadi, pertama itu saya taruh di kantin-kantin perkantoran dan di rumah sakit. Yang kedua dari mulut ke mulut tetangga, karena di daerah sini banyak sekolah dan bimbel, jadi mungkin cocok untuk anak sekolah konsumsi yang seperti ini. Dan yang ketiga itu ada sales motoris, sesuai areanya masing-masing,” lanjutnya.

Sementara itu, modal awal yang diperlukan dalam membuka usaha ini cukup besar. Ibu Nur Hasanah membeli mesin-mesin impor berkualitas tinggi dan berkapasitas besar yang harganya berkisaran diatas Rp 5 juta.

“Harga mesin-mesinnya itu mahal, diatas 5 juta semua. Dari mesin mixer besar yang berkapasitas 25 kilo, itu harganya kita beli pakai dolar dulu. 25 juta kalau di rupiah. Jadi mesin-mesin yang kita beli itu semuanya impor, produk luar semua,” ungkapnya.

Dalam sehari ia mampu memproduksi 200 pcs roti tawar dan 500 pcs roti manis. Aneka rasa roti manis dikembangkan hingga mencapai 30 item, salah satunya coffee bread atau roti kopi yang dijualnya.

Liputan

Jurnalistik