Pameran Karya Konstelasi

BackIn, Komunitas Ramah Sampah

Fakhrotun Nisa

Gaya hidup zero waste (minim sampah) dilakukan setelah mengetahui “Why” atau alasan kenapa melakukan kegiatan tersebut. Falasifah (24) seorang penggiat lingkungan, pendiri komunitas Single Semarang dan BackIn, serta mempunyai bisnis ramah lingkungan Life and Co Semarang (15/07)

Perjalanan di mulai pada tahun 2015, Falasifah mendapatkan kesempatan pergi ke NTT (Nusa Tenggara Timur). Disana dia mengagumi pantai-pantai yang indah dan tanpa sampah. Tapi, ketika pulang ke kota kelahiran, Semarang, Dia tidak menemukan pantai seperti di NTT. Disana dia melihat sampah-sampah di pinggir pantai hanyut ke laut. Dari pengalaman tersebut, dia mendirikan komunitas Single Semarang.
Komunitas tersebut juga mengedukasi mahasiswa di kampus untuk berpindah dari sampah plastik seperti sedotan plastik menjadi sedotan stainless serta lebih peduli terhadap lingkungan.
“Menjadi manusia zero waste adalah bagaimana menjadi manusia yang bertanggung jawab atas apapun yang kita gunakan.” Ucap Falasifah (13/7/2021).

Falasifah bukanlah tipe orang suka yang menggurui orang lain. Jika ingin mengajak orang lain. Dia harus mempraktikan itu terlebih dahulu seperti kebiasaan membawa botol tumblr yang awalnya untuk menghemat uang jajannya dan dapat mengurangi sampah plastik kemasan air mineral,

Kemudian seiring berjalannya waktu teman-teman sekelas mengikutinya.
Ketika melihat orang yang membawa botol minuman plastik seperti botol kemasan air mineral. Dia tidak menggurui. Dia malah meminta botol-botol tersebut untuk dikumpulkan dan dijual untuk penghidupan komunitasnya.
Sering kali dia disebut Pemulung. Tetapi itu tidak masalah bagi Falasifah. Dengan cara itu, dana dapat terkumpul, komunitas dapat melakukan kegiatan-kegiatan penggiat lingkungan.

Setelah lulus kuliah, Falasifah mendirikan BackIn. BackIn adalah komunitas mengembalikan marwah Indonesia melalui pola hidup minim sampah. Dari komunitas BackIn, Life and Co berdiri untuk mendukung realisasi tentang bagaimana cara mengurangi sampah dan memaksimalkan produk alam dan mengolah limbah.

Ramadan tahun 2020 di masa pandemi, melihat pedagang asongan harian terpaksa tidak jualan. Ramadan kala itu sepi dan tidak ada yang memberi takjil. Kemudian Life and Co dan BackInd berinisiatif membuat Takjil zero waste. Dana didapatkan dari orang-orang berdonasi, takjil diolah dan dimasak sendiri, dan kemudian dibagikan dengan kemasan besek.

Life and Co lahir atas keprihatinan orang-orang tidak sadar akan bahayanya sampah untuk generasi mendatang. Life and Co hadir untuk menyelaraskan alam serta manusia. Untuk menyelaraskan hal tersebut, Falasifah mengedukasi bagaimana cara melakukan kehidupan zero waste di toko eco-sociopreneur, Life and Co. eco-sociopreneur adalah sebuah bisnis dengan konsep ramah lingkungan yang tidak merusak alam serta dapat menghidupi manusianya.

Januari 2020, Life and Co mendapatkan investasi berupa sebuah ruko dan modal 15 juta. Jumlah tersebut ternyata masih kurang untuk mendirikan toko. Kemudian Life and Co mengadakan kegiatan gotong royong dan galang dana karena merasa bahwa bulk store bukan hanya milik mereka tapi untuk kepentingan masyarakat sekitar bahkan masyarakat semarang dan sekitarnya. Jadi, Barang-barang yang ada di toko Life and Co berasal dari kegiatan galang dana berupa galon, dispenser, lemari-lemari, dll.
Drop box merupakan salah satu layanan untuk pengangkutan sampah yang sudah terpilah. Drop box deprogram untuk masyarakat yang kecewa dengan petugas kebersihan di tempat. Biasanya sampah kembali dicampur walaupun sudah dipisah sesuai jenisnya. Komunitas Falasifah mempunyai mitra yang nantinya mengolah sampah-sampah tersebut. Dana yang terkumpul dari pengelolaan sampah akan digunakan untuk kegiatan BackIn.

Di Life and Co, Falasifah juga menjualkan produk organik dengan membeli produk lokal atau melakukan sistem titip-jual. Seperti kopi, rempah-rempah, teh kering, dan wedang tradisional. Hal tersebut dapat mensejahterakan petani lokal dalam bidang entrepreneur. Tak hanya petani tetapi juga untuk produk buatan rumahan seperti sabun, detergen, dan produk-produk ramah lingkungan.

Toko Life and Co sangat terbuka lebar untuk orang yang ingin mengetahui tentang lingkungan salah satunya adanya program Environ-visit. Environ-visit adalah ditunjukan teman-teman komunitas apapaun ketika ingin mengadakan kegiatan kunjungan. Kunjungan tersebut berdiskusi tentang isu sampah, pemilahan sampah, bagaimana cara mengurangi serta mengolahnya dan bagaimana cara mendirikan bisnis ramah lingkungan.

Liputan

Jurnalistik